Baby Blues Syndrome ? Ciri – Ciri dan Cara Mengatasi

  • Whatsapp
Baby blues syndrome

Baby blues syndrome – Hi  moms, sudah pada dengar istilah “baby blues” belum? Atau bahkan baru kali ini dengarnya? Calon bunda harus tahu apa itu baby blues, mengetahui ciri ciri nya, sehingga moms bisa mengatasi jika moms mengalami baby blues syndrome.

Perlu diketahui ya moms, ternyata baby blues itu masuk dalam gangguan psikologi loh. Bahaya nggak ya? Terus apa bedanya dengan Depresi Postpartum ? Yuk kita bahas daripada penasaran.

APA ITU BABY BLUES SYNDROME DAN BAGAIMANA GEJALANYA?

Baby blues syndrome adalah suatu gangguan psikoligis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi (disforia, iritabilitas, cemas) pada minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini muncul 14 hari pertama pasca melahirkan.

Lalu apakah semua ibu mengalami baby blues?

Tentu tidak. Hanya sebagian saja. Sebuah penelitian menyampaikan bahwa sekitar 70% ibu mengalami baby blues.

Beberapa gejala yg muncul sebagai tanda awal munculnya baby blues antara lain:

  1. Menangis tanpa sebab
  2. Ada perubahan perasaan yg cepat dan intens
  3. Merasa cemas tanpa alasan yang jelas
  4. Merasa khawatir yg berlebihan terhadap bayinya
  5. Merasa kesepian
  6. Gairah seksualnya menurun

APA SAJA PENYEBAB BABY BLUES?

Penyebabnya bisa bermacam-macam. Antara lain:

Faktor biologis atau hormon.

Ibu melahirkan mengalami perubahan hormon yang drastis. adanya penurunan kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid menyebabkan mudah lelah, penurunan mood dan perasaan tertekan.

Jenis Persalinan.

Semakin tinggi tingkat trauma dalam proses kelahiran, semakin tinggi pula kemungkinan munculnya baby blues.

Perubahan pola hidup atau gaya hidup.

Menjadi seorang ibu adalah peristiwa yang luar biasa sehingga dapat mempengaruhi konsep diri ibu. tidak hanya itu, perubahan prioritas dalam hidup, perubahan kebiasaan maupun tanggung jawab merupakan beban tersendiri bagi seseorang.

Kesiapan Ibu

Kesiapan menjadi Ibu juga menjadi faktor penting. kesiapan ini tidak hanya berupa material maupun fisik dan psikologis, tapi juga pengetahuan. memperkaya diri dengan informasi proses kehamilan, melahirkan dan proses pengasuhan perawatan bayi akan mengurangi potensi munculnya baby blues.

Dukungan Suami.

Peristiwa yang luar biasa ini akan dimaknai dengan sangat positif ketika ada dukungan suami dalam seluruh proses kehamilan, melahirkan dan merawat bayi. Ibu biasanya akan merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam mengurus bayi ketika ada dukungan suami.

Tapi jangan dikira kalau baby blues ini hanya berakibat pada Ibu. Suami, bayi maupun lingkungan juga akan terkena efeknya. Baby blues pada ibu tentu akan mengakibatkan perasaan tidak nyaman dan gejala-gejala lain seperti tadi sudah disampaikan. Dan ketika Ibu mengalami baby blues, bayi akan ikut merasakan kondisi emosi Ibu yang kurang nyaman sehingga cenderung rewel.

Pun terkadang suami jika tidak memahami kondisi Ibu, suami akan merasa jengah dan tertular emosi negatifnya. belum lagi lingkungan dengan respon yang beragam tentunya akan mempengaruhi kondisi baby blues pada Ibu. Jadi, jika tidak ditangani segera, baby blues dampaknya akan meluas. Oleh karena itu, yuk lebih aware dengan kondisi ibu melahirkan.

CIRI CIRI MOMS MENGALAMI BABY BLUES

  1. Saya menyalahkan diri saya ketika ada hal-hal yang kurang tepat
  2. Saya khawatir dan cemas tanpa alasan yang jelas
  3. Saya merasa takut dan panik tanpa alasan
  4. Banyak hal yang muncul tanpa bisa mengatasinya
  5. Saya merasa sangat tidak bahagia dan kesulitan tidur
  6. Saya merasa sedih dan kacau
  7. Saya tidak bahagia dan terkadang tiba-tiba menangis
  8. Terkadang muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Wah, ternyata bahaya juga ya baby blues kalau dibiarkan moms. Tidak heran jika ada kasus ibu muda atau ibu yang baru melahirkan membunuh anaknya sendiri.

TIPS MENGATASI BABY BLUES

Memperkaya diri dengan informasi mengenai kehamilan, proses kelahiran dan pengasuhan

Jangan menunggu si baby lahir ya moms untuk mencari informasi, tetapi saat moms sedang hamil harus sudah mulai banyak mencari informasi. Dan jangan malu untuk bertanya pada yang sudah berpengalaman, misalnya ibu atau mertua.

Dukungan sosial ibu

Karena kondisi fisik dan psikis sesudah melahirkan belum stabil, maka ayah juga harus siaga di garda terdepan. Misalnya dengan menemani moms begadang, dan menemani moms saat memberikan ASI pada si baby. Selain suami, masukan dan bantuan dari ibu serta mertua diperlukan juga loh.

Komunikasi asertif

Moms jangan ragu untuk mengkomunikasikan apa saja yang moms rasakan. Misal ada keluhan dari fisik, atau ada hal-hal yang mengganjal dipikiran. Bisa dikomunikasikan dengan suami, ibu, atau mertua, jadi jangan dipendam sendiri ya moms.

Untuk Ayahanda, jangan lupa ya hadir untuk ibu dan peduli dengan ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.