Logika Dasar Memahami Adat Jawa

Diposting pada
Berbicara tentang tanah jawa, jelas saya tidak tahu banyak tentang itu. Tetapi anda pasti tahu bagaimana peradapan orang-orang jawa pada zaman dahulu. Banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa peradaban orang jawa pada jamannya yang sangat luar biasa. Tak perlu saya bahas, jika anda orang jawa pasti tahu. 

Logika Dasar Memahami Adat Jawa

Yang akan menjadi pembahasan saya pada catatan kecil ini yaitu tentang fenomena anak muda jaman sekarang yang sudah tidak mengenal adat jawa, tindak tanduknya orang jawa, ilmu titen jawa. Bahkan jika di hadapkan dengan sesuatu yang berbau jawa, anak jaman sekarang membantah “Mengapa sih harus ribet pakai adat jawa?. Mereka menganggap bahwa segala sesuatu tentang jawa adalah kuno, sudah gak jaman. Kejadian ini biasannya sering terjadi ketika hendak melangsungkan pernikahan. 
Adat jawa memang masih sering digunakan pada acara pernikahan.

Untuk menghalangi anda terutama saya dari pemikiran semacam itu, ada logika dasar untuk memahami bahwa kita sebagai orang jawa tidak bisa jika tanpa aturan jawa.
Saya tanya kepada anda, mengapa anda menjalankan sholat? Jelas karena anda muslim.
Apakah anda berdosa jika meninggalkan sholat wajib?jelas berdosa. Mengapa?karena anda muslim.
Mengapa orang kristen tidak sholat seperti yang anda lakukan? Karena mereka bukan seorang muslim seperti anda.

Sama halnya mengapa anda harus memakai adat jawa? Jelas karena anda orang jawa. 
Kecuali jika anda orang kalimantan, anda tidak perlu repot-tepot memakai aturan jawa, tapi ingat orang kalimantan juga punya aturan-aturan adat yang harus di terapkan jika anda adalah orang kalimantan.

Orang islam tempatnya di masjid,
Orang kristen ke geraja.
Semua sudah ada aturannya masing-masing.
Sudah selayaknya kita sebagai orang jawa menggunakan adat jawa, tidak mungkinkan orang kalimantan memakai adat jawa?

Semoga sampi disini anda bisa memahami maksud saya.

Selain kejadian kebanyakan anak muda yang menganggap adat jawa itu ribet dan gak jaman. Ada lagi kejadian yang menganggap bahwa memakai aturan jawa itu sirik, dosa besar. Terutama pada hal weton. Sedikit informasi bahwa dijawa itu ada yang namannya weton, perhitungan waktu yang bisa digunakan untuk menghitung kecocokan jodoh terhadap bagaimana rejekinnya, bagaimana nasibnya.
Sepemahaman saya, ilmu weton adalah perhitungan yang sangat canggih sepanjang perjalanan kehidupan manusia. Ilmu yang bisa dibuat untuk menghitung kehidupan seseorang. Jika berbicara sirik, anda tak perlu jauh-jauh menjustice bahwa menggunakan ilmu weton itu sirik. Anda memikirkan apakah besok bisa makan atau tidak, merupakan sebuah kesirikan karena anda sudah meragukan bahwa Sang Maha Pencipta akan mencukupi kebutuhan setiap makhluk. Adalagi dilingkup pendidikan, semua orang percaya bahwa pendidikan akan membuat anda sukses, jika tidak mengenyam dunia pendidikan anda tidak akan bisa sukses. Sebagai bukti, anda takut bukan jika tidak sekolah? Beranikah anda meninggalkan bangku sekolah anda sekarang. Pasti anda sudah khawatir, muncul ketakutan-ketakutan jika anda tidak sekolah, anda akan kesulitan mencari kerja, anda takut anda tidak bisa makan. Anda sudah lupa dengan Sang Maha Pencipta yang mencukupi setiap makhluk.

Kembali lagi ke perhitungan weton, ilmu weton bukanlah sebatas ilmu yang untuk di percayai. Ilmu weton bukanlah ilmu kepercayaan, saya sangat yakin semua itu ada perhitungan yang tidak kita ketahui. Orang jaman sekarang sudah terputus jauh dengan para leluhurnya. Berbeda dengan orang jawa dahulu, orang jaman dulu terkenal dengan tirakatnya, puasanya, ajiannya. Sehingga tidak ada keraguan kalau sampai lahir ilmu weton.

Jika saya ibaratkan orang jaman sekarang dalam memahami ilmu weton, saya ibaratkan menggunakan pemodelan perkalian bilangan.
2 x n = 4
Kita semua percaya bahwa 2 x n = 4 adalah benar, tetapi kita tidak paham bagaimana membuktikan perkalian tersebut benar. Kita tidak tahu harus pakai cara yang seperti apa, metode yang bagaimana. 
Sama halnya ilmu weton, kita semua percaya jika perhitungan weton ini dengan weton itu menghasilkan perhitungan rejeki yang baik. Tetapi kita semua tidak tahu metodenya, caranya, patokannya seperti apa. Dari ketidaktahuan inilah bisa menimbulkan sirik, bukan pada wetonnya. Sebab, kita memahami weton atas dasar kepercayaan. Dan ini berlaku pada hampir semua ilmu, jika anda percaya terhadap sesuatu tanpa tahu dasarnya. Bisa jadi anda sudah melakukan kesirikan.

Saya sangat menghargai warisan leluhur jawa, seharusnya kita belajar tentang apa yang sudah ditinggalkan ke kita, bukan malah sebaliknya. Merasa ribet dengan tradisi jawa. Bukan berarti saya sudah pintar mengenai tradisi jawa, saya sendiri ingin sangat belajar ilmu jawa/kejawen. Saya sangat takjub dengan semua yang berkaitan dengan jawa.


Artikel menarik lainnya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.