Memahami Hukum Wajib dan Sunah

Diposting pada
Memahami Hukum Wajib dan Sunah
Yang saya maksud hukum wajib dan sunah disini adalah hukum-hukum yang diterapkan dalam Islam, tetapi saya tidak membahas dari sisi keislaman sebab saya sendiri masih terus belajar tentang iman dan islam.
Setahu saya, yang dimaksud hukum wajib itu ialah apabila dikerjakan akan mendapat pahala, jika ditinggalkan akan mendapat dosa. Sedangkan sunah ialah apabila dikerjakan mendapat pahala jika ditinggalkan tidak berdosa. Mohon diluruskan jika ada yang kurang tepat. Dari hukum wajib dan sunah ini, saya mengambil contoh pada sholat dan puasa. Di dalam sholat, ada sholat yang hukumnya wajib, ada juga sholat yang hukumnya sunah, begitupun puasa dan perintah-perintah lainya. Jika sama-sama sholat, sedangkan antara sholat yang hukumnya wajib dengan sholat yang hukumnya sunah SAMA dari segi gerakan, bacaan serta kesamaan-kesamaan lainya(semoga tidak salah, yang berbeda adalah niat dan waktu pelaksanaan), lalu kenapa harus ada hukum wajib dan sunah, kenapa tidak hukum wajib saja atau hukum sunah saja.

SEBENARNYA APA MAKSUD/PELAJARAN DI BALIK HUKUM WAJIB DAN SUNAH?

Pertanyaan tersebutlah yang saya maksud dan akan saya bahas.
Hukum wajib merupakan perintah yang harus harus dan harus kita laksakan tak peduli bagaimana keadaan kita, sedangkan hukum sunah butuh kesadaran yang luar biasa untuk bisa menjalankanya. Bisa jadi orang menjalankan yang wajib hanya karena takut dosa, atau meninggalkan sunah karena tidak berdosa. Jika selama ini kita masih seperti itu (terutama saya) berarti kita belum cukup dewasa dalam hal iman.
Jika saya ibaratkan kepada anak-anak yang mulai tumbuh dewasa, anak-anak hanya paham/mengerjakan sesuai yang di perintahkan orang tuanya saja (wajib), tetapi jika anak tersebut sudah cukup dewasa, maka dengan sendirinya dia akan mengerjakan tanpa harus di perintah melainkan dengan kesadaran.
Jelas bahwa adanya hukum wajib dan sunah adalah untuk meningkatkan keimanan kita, jika kita hanya menunggu perintah dan perintah berarti masih pada level anak-anak. Tetapi jika kita dengan penuh kesadaran tanpa menunggu perintah, berarti iman kita sudah cukup dewasa.
Satu tambahan lagi tentang sholat wajib. Pernah suatu ketika saya bertemu dengan teman yang memang belum mau menjalankan sholat wajib, sahabat saya ini beralasan belum mendapat hidayah, takut sholatnya hanya akan menimbulkan rasa pamer, serta alasan lainya. Menurut saya, sekali lagi ini adalah wajib, sebuah keharusan yang tidak bisa di tawar dengan apapun. Ketika orang tua sudah memerintah sang anak melakukan A, orang tua tak pernah peduli apakah sang anak ikhlas melakukan perintah orang tuanya, entah sang anak mau menjalankan perintah hanya karena imbalan, atau entah karena yang lain apapun alasanya. Yang jelas orang tua sangat senang ketika sang anak melakukan perintahnya.
Sama halnya Tuhan. Tuhan tak pernah peduli kita mengerjakan sholat dengan malas-malasan, hanya niat pamer, atau sungkan dengan lingkungan sekitar, yang jelas kalau sudah wajib. Kita laksanakan saja terlebih dahulu. Bahkan saking menjadi sebuah keharusan, bagi yang sakitpun harus sholat dengan gerakan semampunya. Jika dengan tubuh yang sakitpun boleh dengan gerakan semampunya, lalu dengan hati yang sakit 
kenapa tidak menjalankan sholat wajib dengan keadaan hati yang seadanya. LAKSANAKAN SAJA, KARENA WAJIB!!!

Artikel menarik lainnya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *