Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

Diposting pada

Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog – Artikel ini saya buat memang disaat kesibukan didunia nyata mulai padat. Terlebih sebagai mahasiswa akhir, saya mau tidak mau harus fokus terhadap tugas akhir. Sehingga secara tidak langsung hobi blogging saya sedikit terbengkalai, dampaknya saya jarang update artikel diblog yang saya sayangi ini. Bulan kemarin, minimal sehari saya bisa menerbitkan 1 artikel, tapi sebulan terakhir ini hanya bisa menerbitkan artikel sekali dalam seminggu. Sedih pasti iya, tapi inilah pilihan. Dunia nyata harus lebih diprioritaskan.

Seorang blogger pastinya sangat memahami jika artikel blog merupakan tulang punggung bagi blog, bahkan bisa dikatakan artikel merupakan nyawanya blog. Tanpa adanya artikel, blog yang anda kelola hanya bagaikan rumah tak berpenghuni. Sering update artikel dapat menunjukkan popularitas blog terhadap mesin crawl google, sehingga blog lebih sering dirayapi. Dampaknya blog akan lebih sering memenangkan posisi pageone di google. Bagi pengunjung setia blog anda, sering update artikel menunjukkan kualitas blog anda. Pembaca beranggapan bahwa blog anda benar- benar konsisten dan serius dirawat. Dampaknya pengunjung tidak akan bosan bahkan lebih sering berkunjung ke blog anda.

Namun tahukah anda jika jarang update artikel ternyata sangat berdampak terhadap kualitas blog? 

Saya sangat yakin, sebagai seorang blogger pastinya selain kesibukan didunia nyata, anda juga akan mengalami yang namanya bosan, malas serta jenuh terhadap aktifitas blogging. Sehingga blog yang dikelola mulai tidak terurus, jarang update artikel, bahkan tidak jarang juga yang sampai terbengkalai hingga berbulan-bulan. Sangat disayangkan bukan, disaat blogger lain ngebut update artikel dan optimasi agar artikel berada diposisi pageone, tapi anda? Yang sudah memiliki artikel pageone malah mulai kendor update artikel.
Kejadian seperti diatas sering dialamai oleh para blogger pemula termasuk saya, dan tak jarang juga dialami oleh blogger pro. Banyak sekali alasannya, yang jelas perlu kita ketahui bersama dan sekarang sedang saya rasakan dan alami. Ternyata jarang update artikel dapat berdampak BURUK terhadap performa Blog. Atau bisa saya katakan jarang update artikel blog merupakan tanda awal bahwa pintu gerbang kegagalan didunia blog sudah didepan mata. Tentu saya sendiri tidak mau hal ini terjadi, lalu bagaimana dengan anda?
Artikel ini saya buat untuk berbagi dan memberikan informasi dari apa yang saya alami. Sehingga anda yang membaca mulai berbenah dan rutin menerbitkan artikel. Karena jarang update artikel sangat berdampak buruk terhadap blog. Lalu apa saja akibat buruk jarang update artikel di blog? Berikut pengalaman saya.

Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

Saat saya mulai jarang update artikel, yang saya lakukan setiap hari hanyalah login untuk memantau traffik blog dan melakukan moderasi komentar saja. Sesekali melakukan Blogwalking dan komentar keblog tetangga.
Baca juga :
Dari hasil pantauan saya itulah, ternyata merupakan dampak buruk jika jarang update artikel blog. Berikut ini hasil pemantauan saya :

1. Taffik Blog Menurun jika jarang update artikel

Pada bulan kemarin, saat saya bisa menerbitkan artikel setiap hari minimal 1 dalam sebulan, saya mampu membangun traffik blog hingga angka ribuan. Sebab, sebelumnya traffik blog saya hanyalah di angka 100an saja. Sekarang, ketika saya mulai jarang update artikel, pageview blog saya stabil diangka 600an bahkan perlahan mulai menurun. Melihat kondisi demikian, mau tidak mau saya harus berjuang keras dengan waktu agar mampu rutin menerbitkan artikel.
Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog
Yang menjadi pertanyaan berikutnya agar bisa kembali rutin update artikel adalah, Mengapa dampak buruk jarang update artikel blog mampu menurunkan traffik blog? 

a). Robot Crawl Google Mulai Jarang Merayapi Blog

Ternyata bukan cuma manusia saja yang bisa malas, Robot crawl pun bisa malas jika ternyata anda jarang update artikel. Robot Crawl sadar ternyata tidak perlu lagi melakukan perayapan terhadap blog anda, karena anda jarang update artikel. Tidak ada yang baru untuk dirayapi, sehingga intensitas perayapan robot crawl mulai berkurang bahkan tidak akan dirayapi. Sebab, apa yang pernah dirayapi sudah dipatenkan, jadi tidak akan ada perayapan jika tidak ada artikel yang baru. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, sering update dan publish artikel ternyata akan sering mendatangkan robot crawl untuk merayapi blog kita.

Sebagai bukti bahwa robot crawl mulai turun merayapi blog saya, artikel yang indeks semakin turun.

Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

b). Rangking Blog akan semakin Membengkak Jika Jarang Update Artikel

Ternyata dampak buruk jarang update artikel blog juga berdampak pada rangking global blog. Yang tadinya secara global blog anda memiliki reputasi yang baik, tapi seiring jarang update artikel rangking blog mulai membengkak. Hal ini bisa dilihat melalui alexa rank, bulan kemarin rangking blog punakawanku menyentuh angka 2jutaan,tapi sekarang membengkak diangka 4jutaan. Yaa, meskipun diangka 2jutaan bagi saya sudah luar biasa, sebab dulu blog ini rangkingnya berada di angka 21jta. Silahkan lihat rangking berikut ini :
Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

2. Penghasilan dari Iklan di Blog ikut menurun jika jarang update artikel.

Sudah jelas dan sangat logis jika kita jarang update artikel, kemudian traffik blog menurun dan dampaknya penghasilan blog juga ikut menurun. Bagi sobat publisher adsense, jarang update artikel ternyata juga mempu menurunkan nilai CPC. Dalam dunia blogging, jumlah visitor perhari sangat berpengaruh besar terhadap penghasilan blog. Apapun jenis periklanan yang anda gunakan, jika traffik bagus maka akan sangat menjanjikan.
Baca juga :

3. Menurunkan Keahlian Menulis dan Ketinggalan Informasi

Dampak jarang update artikel lainnya yang saya rasakan adalah saat memulai menulis merasa sedikit kesulitan, semacam ada hambatan. Mungkin jika kita sering menulis artikel, akan melatih kemampuan menulis. Sehingga dalam menulis akan mudah dan lancar. Sampai pada kata ini, saya membutuhkan waktu 2 jam. Lama kan? Tapi tetap saja saya lanjutkan menulis, demi blog punakawanku tercinta. Hehehee
Dampak lainnya yang saya rasakan adalah perlahan mulai ketinggalan informasi. Yang jelas informasi tentang apa yang saya tulis diblog. Mulai perkembangan di dunia blogging, apa yang sedang viral dan lain sebagainya.

Tulisan tentang Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog diatas saya tulis agar mampu memberikan semangat kepada saya pribadi dan pembaca setelah mengetahui dampak buruknya terhadap blog. Sehingga mulai sekarang diharapkan lebih rajin menulis artikel diblog.

Semoga apa yang sudah saya bagikan ini bermanfaat dan mampu memberikan motivasi dalam menulia artikel. Jangan lupa tinggalkan komentar ya… Share jika bermanfaat.

Artikel menarik lainnya...

7 thoughts on “Dampak Buruk Jarang Update Artikel Blog

  1. Apalagi saya, udh kaku banget nulis, gk sempat² karna kerjaan dunia nyata numpuk, apalagi ada 3 blog pribadi dan satu blog kawan yg saya kelola. Jadi kebanyakan blog saya pada sepi pengunjung.

  2. Bagaimana kalau seperti blog-nya mas sugeng, ?.
    Menurut bacaan yang ada di blog-nya mas sugeng, salah satu tips agar trafik tetap stabil, bahkan bisa meningkat adalah pilih niche yang abadi. Dalam artian, niche yang tidak mudah basi.

    Jadi wajar saja kalau trafik blognya mas sugeng nggak menurun, karena kebanyakan artikel yang dia buat adalah artikel yang mempunyai niche abadi, dan hampir 90 persen artikel dia menduduki halaman pertama google.

    Kalau kelas seperti saya, masih mengandalkan membuat atau edit artikel, kemudian share artikel tersebut ke media sosial seperti google plus dll.

    Alhasil. Ketika saya tidak melakukan seperti itu lagi, karena kesibukan dunia nyata, maka trafik blog berkurang juga.

    Hehehe.tapi semoga bisa seperti mereka yang tidak pernah kehilangan trafik secara drastis.

    Maaf, dan tetap semangat.

  3. Itulah yang disebut evergreen content gan. Blogger sekelas mas sugeng meskipun jarang bikin artikel, tapi sekali bikin artikelnya selalu relevan meskipun dibaca untuk beberapa tahun kedepan bahkan selamanya.
    Kalau untuk sekelas saya, bisa bikin artikel saja seneng banget. Apalagi bisa rutin.
    Serta blog seperti milik mas sugeng sudah dimaksimalkan segi SEO nya. Berbeda dengan blog seperti saya ini misalnya, kurang maksimal optimasinya. Jadi gampang tergeser posisinya di mesin pencari.
    Harus terus belajar bikin artikel abadi dan full optimasi gan. Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.